Kebimbangan
- Carolina Noge
- Jul 2, 2018
- 1 min read
Di satu sisi aku kekurangan,
di sisi lain aku bersyukur karena semesta melimpahiku dengan keajaiban.
Aku selalu berada dalam dinamika kehidupan yang begitu kompleks. Aku dihadapkan pada berbagai situasi dan kondisi yang tidak pernah kubayangkan. Mungkin karena aku bukan lagi belasan tahun, kini perspektifku melihat hidup dan menjalaninya tentu lebih dari sekedar dua titik lenyap. Aku terus diberi alasan untuk memohon dan berterima kasih. Untuk menengadah ke atas, namun tetap menunduk dan mengatupkan tangan. Ketergantunganku pada orang lain sudah mulai tidak wajar. Aku berhadapan dengan hidup sendirian.
Setiap aku bergerak, setiap aku membuka bibirku, hendak mengeluarkan suaraku, aku berpikir. Pantaskah aku melakukannya? Benarkah jika aku mengatakannya? Keinginanku bukanlah sekedar dikenal. Aku ingin dikenang. Aku tidak ingin dimaklumkan. Aku ingin menjadi kejutan. Kenangan yang baik, kejutan yang baik.
Ada kalanya aku duduk terdiam, tak berfungsi, menghargai waktu yang kupunya untuk diriku dan diri-Nya. Ada kalanya kakiku tak berhenti melangkah, mulutku terus bicara, memanfaatkan waktu yang ku punya untuk sesama. Percaya bahwa aku perantara berkat dan kebaikan untuk mereka.
Benarkah?
Mampukah?
Mungkinkah?







Comments