Dini hari pukul 3.46
- Carolina Noge
- Apr 10, 2019
- 1 min read
Updated: Jun 23

Kantuk dan perih.
Aku tahu bagaimana Tuhan selama ini bekerja atas permohonan dalam rasa syukurku.
Aku paham bahwa Ia sedang merenda suatu karya agung dalam hidupku.
Jarak aku dan Dia sejauh doa.
Yang selalu kupanjatkan dengan iman dan pengharapan.
Hingga kerisauan tak pernah hinggap sampai membuatku tak bisa terlelap.
Akan tetapi kali ini,
Aku ingin terus terjaga, menantikan jawaban-jawaban doa.
Enggan bagiku untuk tidur dan bermimpi indah sekalipun.
Aku sungguh mampu menciptakan mimpi,
agar ku terbangun dengan perasaan bahagia.
Tapi bahagiapun aku ngeri,
kalau cuma bisa kuciptakan dalam mimpi.
Maka hingga kini dalam kenyataan ku menanti,
harapanku harus tetap terjaga atau kubuat mati?







Comments